Air Terjun Ue Ruru. (foto: Refi)
Air Terjun Ue Ruru. (foto: Refi)

Potensi pariwisata Morowali Utara masih banyak yang tersembunyi diantara belantara hutan dan rimbunan pohon. Salah satunya adalah Air Terjun Ue Ruru yang termasuk dalam wilayah administratif Desa Korowou, Kecamatan Lembo. Untuk bisa sampai kesana, dibutuhkan mental yang kuat, fisik yang prima dan tentu saja harus melalui perjalanan panjang dan berliku.Selama ini jika menyebut nama Ue Ruru, asosiasi berpikir akan mengarah pada salah satu Desa di Bungku (Kabupaten Morowali), atau desa Ue Ruru (Kecamatan Bungku Utara-Morowali Utara) yang menjadi korban bencana tahun 2007. Lupakan itu, karena Ue Ruru yang dimaksud disini adalah nama tempat (lebih tepat dikatakan wilayah pegunungan) yang menjadi bagian dari Desa Korowou.

“Ada air terjun yang masih alami. Airnya deras sekali, tidak pernah kering biar musim kemarau. Pemandangan disitu indah dan udaranya sejuk,” kata jon salah satu warga desa Korowou saat bertemu Moriwana. Penasaran dengan keterangan Jon, Moriwana memutuskan melihat langsung tempat tersebut.

Memulai perjalanan diatas Sungai Tambalako. 9foto: Refi)
Memulai perjalanan diatas Sungai Tambalako. (foto: Refi)

Ternyata untuk sampai ketujuan, yang pertama dilakukan adalah menumpang perahu masyarakat menyusuri Sungai Tambalako yang melewati pinggiran Desa Korowou. Dengan mesin 25 pk yang menempel diperahu, perjalanan melalui Sungai Tambalako ditempuh selama 30 menit. Menepi pada salah satu bagian yang menjorok kedalam, perahu kemudian ditambatkan salah satu penduduk yang ikut menemani perjalanan kami.

“Dari sini kita jalan kaki, mudah-mudahan 20 menitan, karena ada bagian yang mendaki nanti,” ujar Jon. Keterangan Jon tidak meleset. 10 menit berjalan gemuruh air mulai terdengar. Bersamaan dengan itu perjalanan mulai menanjak. Kemiringan tanjakan menurut perkiraan Moriwana selebar 45 derajat kami tempuh kurang lebih 5 menit tanpa pernah berhenti.

“Kalau tidak salah torang masuk dari sini,” kata salah satu penduduk yang menemani kami. Mendengar keterangan yang menunjukkan keraguan, perjalanan ini dipastikan memakan waktu lebih dari 20 menit.

Benar saja, begitu memasuki rimbunan hutan, jalur yang kami tempu adalah jalur kira-kira. Kadang bertemu dengan bekas para perambah hutan, namun kadang harus memutuskan sendiri jalur yang ditempuh. Disisi lain, gemuruh air terus terdengar menggoda ditelinga.

Akhirnya setelah cukup lama berjalan menerabas semak belukar, kami memutuskan turun mendekati arah suara air. Kesulitanpun muncul karena meskipun aliran sungai mulai terlihat, namun jalurnya cukup terjal dan dipenuhi belukar rotan. Jalan memutar menjadi pilihan, sebelum akhirnya kami kembali menemukan jalur para perambah hutan yang mengarah ke air terjun.

Menyusuri licinnya bebatuan untuk bisa sampai ke air terjun. (foto: Jon)
Menyusuri licinnya bebatuan untuk bisa sampai ke air terjun. (foto: Jon)

Ketika akhirnya air terjun terlihat lepas didepan mata, segala penat dan capek seakan terbang. Keinginan untuk segeran merasakan derasnya luncuran air menjadi sensasi yang tidak tertahankan. Licinnya jalur yang harus dilalui untuk bisa sampai dibawah air terjun karena dipenuhi lumut, menunjukkan lokasi ini hampir tidak pernah terjamah.

Kesejukan alam menjadi hal yang sangat kami nikmati ditempat ini. Tidak puas-puasnya kami merendam diri, mengambil gambar dan tentu saja mencari spot-spot terbaik untuk pemotretan.

SAlah satu spot pemotretas di air terjun Ue Ruru
Salah satu spot pemotretas di air terjun Ue Ruru

Puas dengan menikmati kesejukan alam dan panorama yang ditawarkan Air terjun Ue Ruru, kamipun menyiapkan diri balik ke perahu. Kali ini kami mencoba jalur pinggiran sepanjang aliran sungai. Ternyata setelah berjalan beberapa saat, kami kembali menemukan jalur jalan yang pernah dirintis salah satu perusahaan yang pernah merambah daerah ini. “Ini kalau tidak salah jalurnya perusahaan Sumber Mineral Alami dulu,” kata Jon.

Kali ini jalurnya tidak pernah menanjak, melainkan berjalan seiring aliran sungai. Jalur ini menjadi jalur yang direkomendasikan Moriwana jika pemerintah daerah ingin membuka tempat ini sebagai areal pariwisata Morowali Utara. Selain jalurnya tidak terlalu menyulitkan, waktu tempauh juga terpotong sangat jauh.

Jadi, jika ingin mencoba tantangan baru, persiapkanlah diri mencoba perjalanan menikmati kesejukan Air Terjun Ue Ruru. (Refi)