MORUT – Angin kencang melanda Togo Mulya, Petasia Barat, Morowali Utara, Sabtu (25/3). Peristiwa sore pukul 16:15 Wita itu menghantam 51 rumah dan 3 rumah ibadah di lima dusun setempat.

“Kami terima laporan dari warga Togo Mulya setelah peristiwa itu. Besoknya tim reaksi cepat langsung melakukan pendataan,” kata Musda Guntur kepada Radar Sulteng di Kolonodale, Selasa (28/3).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali Utara tersebut menuturkan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Namun berdasarkan fakta lapangan, tim reaksi cepat BPBD mencatat ratusan lembar atap puluhan rumah serta tiga gereja lepas dari tempatnya. Kerusakan lainnya yakni patahanya sebagian penyangga dua rumah warga.

Kerusakan atap rumah penduduk ini tersebar di dusun I sebanyak 9 unit, dusun II 25 unit, dusun III 4 unit, dusun IV 7 unit serta 6 unit di dusun V.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerusakan bangunan masih kategori ringan karena hanya atap dan mematahkan beberapa penyangga rumah penduduk,” jelas Musda.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial Daerah Morowali Utara Yospid Labangara mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi terhadap rumah penduduk Togo Mulya yang diterjang angin kencang.

Dari catatan mereka, kata dia, hanya 5 dari 51 unit rumah yang masuk kategori rusak sedang. Sebab atap rumah itu banyak yang rusak. Selebihnya tak sampai belasan lembar seng terbang dibawa angin.

Data korban atau kerusakan rumah dari BPBD sudah kita validasi,” tandas Yospid.

Terkait langkah selanjutnya, dia memastikan hanya akan menyalurkan bantuan ke pemilik lima unit rumah itu. Selebihnya Dinsos akan memberikan sosialisasi terkait tingkat kerusakan yang perlu mendapat bantuan.

“Semoga masyarakat memahami kenapa hanya ada lima rumah yang dibantu. Bantuan juga akan secepatnya disalurkan langsung ke penerimanya,” sebut Yospid.(ham)