WAWOPADA – Bedah rumah yang dilakukan Relawan Monga`e Morowali Utara di Desa Wawopada, Kecamatan Lembo, Morut, Sulawesi Tengah, akhirnya rampung. Nenek R. Kondiri atau biasa disapa nenek Runi sebagai pemilik rumah itu tak kuasa menahan haru ketika rombongan yang bergotong royong merenovasi rumah tempatnya berteduh itu berpamitan, Minggu malam (29/1/2017).

Kondisi awal rumah sebelum dibedah.

Awalnya Relawan Monga`e menargetkan merenovasi rumah itu selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Namun hingga Sabtu malam pekerjaan itu belum rampung sehingga harus dilanjutkan keesokan harinya. Para relawan yang berjumlah 30 orang lebih bekerja siang dan malam. Hal itu karena rumah yang diperbaiki itu nyaris dibongkar total. Hanya atap seng saja yang masih bisa dipertahankan.

Selama tiga hari bergotong-royong tampak para relawan yang datang dari beberapa desa di Morowali Utara itu sangat kelelahan. Bahkan ada yang terpaksa istrahat di atas tumpukan bahan bangunan atau di sela-sela kegiatan untuk sekedar menghilangkan rasa capek dan ngantuk.

Sukacita usai bedah rumah. tampilan baru rumah nenek Kondiri.

Rumah yang tadinya kumuh dan reot telah berubah menjadi kokoh, bersih dan terang. Rumah itu dicat warna kuning dan merah. Sedangkan teralisnya warna hitam. Rumah yang terdiri dari dua kamar tidur dan ruang tamu, juga dilengkapi teras dengan atap seng.

Selain bergotong royong membangun rumah kegiaman nenek Runi, para Relawan Monga`e juga menanggung semua bahan bangunan terkait pekerjaan itu. Mereka secara sukarela menyumbang bahan bangunan yang telah terkumpul beberapa hari sebelumnya. Ada yang menanggung semen, ada yang membawa pasir, seng, papan, paku, balok (lata), dan bahan bangungan lainnya.

Dalam rapat evaluasi setelah selesai kerja, Minggu malam, di Wawopada pemimpin (tadulako) Monga`e Morowali Utara, Alwun Lasiwua, kembali menegaskan bahwa bedah rumah ini murni gotong royong para relawan. Tidak ada sponsor dari pihak lain.

“Saya berterima kasih kepada semua teman-teman yang sudah berpartisipasi. Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari rasa keprihatinan kita kepada sesama yang lebih menderita,” kata Alwun.

Selain para relawan Monga`e, beberapa warga sekitar juga ikut membantu bekerja terutama pada hari kedua dan ketiga. Mereka meluangkan waktu setelah mengetahui kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu merehabilitasi rumah orang tua yang telah ditinggal suaminya itu.

Menurut Alwun, kegiatan ini masih akan dilanjutkan dengan melakukan survei sebelumnya. Tentu saja tetap mempertimbangkan kemampuan para relawan karena kegiatan ini murni bakti sosial dan tidak menggunakan sponsor dari pihak lain.

Relawan Monga`e merupakan salah satu kelompok masyarakat di Morowali Utara yang mendukung dan ikut memperjuangkan pasangan Bupati/Wakil Bupati Aptripel Tumimomor dan Moh. Asrar Abd. Samad pada pilkada Morut lalu. Sampai kini relawan ini tetap eksis dan telah melaksanakan bakti sosial di berbagai tempat.

Relawan Monga`e juga aktif mengunjungi situs-situs bersejarah di wilayah Morut sekaligus melaksanakan upacara bendera setiap Hari Kemerdekaan.  Pada 17 Agustus 2016 lalu, mereka menggelar upacara bendera dalam bahasa Mori di Benteng Matanda`u yang terletak di wilayah Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat. (ale)