PALU – Sukses menggelar Kampung Baru Fair (KBF) tahun lalu di kampung halamannya, tepatnya di Kelurahan Baru kecamatan Palu Barat, Kota Palu, seniman musik yang telah berdiam dan melakukan proses berkeseniannya di ibukota, Rival Himran kembali mengidekan konsep Kampung Baru Fair 2017 pada 1-3 Juli mendatang.

Festival yang digelar sepekan setelah lebaran Idul Fitri itu, identik dengan pertunjukan dan pagelaran tradisi ‘Mandura’ yang telah turun menurun dilaksanakan masyarakat Kota Palu dan sekitarnya.

Musisi Rival Himran menjelaskan, jika KBF tahun ini sedikit berbeda konsepnya. Stand tradisional akan banyak mendomonasi areal festival untuk lebih mencipatakan suasana kedaerahan bagi pengunjung. Beberapa stand dinamakan pojok membaca, pojok kesehatan dan pojok bersih juga bakal meramaikan tempat tersebut.

“Festival kali ini, kita lebih kentalkan suasana tradisinya, biar pengunjung merasa seperti dirumah sendiri,” terang mantan pemain Bass Steven Coconutress ini.

Menurut musisi yang mengangkat Bahasa Kaili melalui sejumlah tembang reagee dalam album MAN ini, jika kesiapan pihaknya saat ini telah mencapai 60 persen dalam menggelar KBF 2017 mendatang.Hal itu sudah termasuk pengurusan izin kegiatan, mobilisasi artisitik dan beberapa persiapan lainnya seperti melobby sejumlah artis ibukota yang akan ikut  berpartisipasi dalam kegiatan itu seperti Ipank Lazuardi vocalis BIP, Ridho Hafiedz (Slank), Iyut Bing Slamet, Zarro, Qasim Saleh, Topodade dan MAN sendiri.

“Alhamdulillah, panitia bekerja keras mempersiapkan KBF kali ini. Hampir 60 persen telah rampung. Tinggal beberapa mengenai administrasi dan sisanya tekhnis dilapangan,” kata pria gimbal ini.

Pun demikian, pihaknya masih terkendala dengan sejumlah pembiayaan menjelang kegiatan tersebut. Bantuan swadaya dari beberapa tokoh masyarakat dan pihak swasta yang sementara  dikomunikasikan, semoga dapat meringankan proses kerja tersebut.

Terkait dengan itu, salah satu seniman musik di Palu, Adi Tangkilisan sangat merespon ide dan kreatifitas yang saat ini disiapkan Rival bersama rekan-rekannya pemuda di kelurahan Baru. Festival Mandura yang kedua kalinya digagas oleh Rival menurutnya sebuah kemajuan berkesenian yang dilakukan anak daerah dan harus didukung oleh semua pihak, terutama pemerintah daerah.

Karena menurut pemain gitar Culture Project ini, sudah semestinya proses memajukan senibudaya didaerah oleh kawan-kawan yang kini berada diluar Palu, perlu mendapat apresiasi khusus.

“Dia (Rival), walau sudah tingga diluar Palu, masih mau berbuat untuk kampung halamannya seperti festival ini. Pun kadang, ide awalnya dia harus merogoh uang pribadi hasil manggung demi terlaksananya kegiatan itu. Saya salut sebagai rekan sesama musisi,” urainya.

Kampung Baru Fair 2017 yang digelar 1-3 Juli mendatang, pada hari pertama akan diisi suguhan pertunjukan yang bertemakan religi, kemudian hari kedua sejumlah gelaran kesenian tradisi dan hari terakhir akan diramaikan dengan pertunjukan kesenian urban oleh sejumlah artis ibukota.

SUMBER : KAREBA.id