Romo Gregorius Soetomo SJ nampak mondar-mandir di depan Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu, 24/5. Pagi itu, rona wajahnya terlihat cukup tegang. Maklum saja, ia harus mempertahankan disertasi doktornya, yang bertajuk “Bahasa, Kekuasaan, dan Sejarah. Historiografi Islam Marshall G.S. Hudgson dalam Perspektif Kajian Poststrukturalisme Michel Foucault.”

Romo Greg–sapaannya–diuji oleh enam guru besar dalam bidang Sejarah Islam, Filsafat Sejarah, dan Sejarah Politik Islam. Mereka adalah Prof. Dr. Masykuri Adbillah, Prof. Dr. Sukron Kamil MA, Prof. Dr. Didin Saepudin MA, Prof. Dr. M. Sastrapratedja SJ, Prof. Dr. Azyumardi Azra MA, dan Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor MA. Dua nama yang terakhir ini adalah pembimbing sekaligus promotornya.

Para penguji merasa senang, bahkan ada yang merasa bangga, atas promosi doktor Romo Greg. Bukan hanya kualitas isi disertasi setebal 200-an halaman itu yang memberikan kontribusi intelektual terhadap wacana sejarah Islam, melainkan juga kehadirannya sebagai pemuka agama Katolik di tengah civitas akademia Islam di UIN.

Prof. Azra menilai bahwa kehadiran Romo Greg juga menjadi salah satu cara “perjumpaan” dua tradisi religius untuk membangun semangat persaudaraan yang lebih erat. Pun hal ini diamini oleh Prof. Masykuri sebagai Pimpinan Sidang, yang juga aktif terlibat dalam kancah dialog antaragama, baik di dalam level nasional maupun internasional.

Dalam promosi doktor kali ini, Romo Greg berhasil mempertahankan disertasinya dengan menyabet predikat cum laude. Bahkan, Prof. Masykuri mengumumkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Romo Greg selama menjalani program studi doktor mencapai 3,75. Ia tercatat sebagai lulusan doktor ke-1051 dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia pun berhasil menyelesaikan masa studi selama empat tahun di kampus yang sama, yaitu gelar magister dan doktor. Dalam sejarah di UIN Syarif Hidayatullah, ia juga menjadi alumnus doktor kedua yang mampu menyelesaikan studi doktor selama dua tahun. Bahkan, Romo Greg merupakan imam pertama yang berhasil menggondol gelar doktor di UIN Syarif Hidayatullah. Harapannya, konsistensi pengembangan dunia akademis dalam bidang sejarah ini akan semakin mendalam, serta berguna bagi usaha meningkatkan dialog antaragama di antara sesama putra Abraham–secara khusus Islam-Katolik.

SUMBER : HIDUPKATOLIK.com